Skip to main content
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

...

Alhamdulillah, selesai juga mengupdate atau mengubah sebagian besar isi web ta'aruf ini menjadi CV Global ana. ( 9 Nov'25 )

Afwan, ana tidak meninggalkan kontak disini. 


Untuk page Bonus ini sendiri ana buat untuk menulis hal - hal ringkas, ya tidak jauh - jauh dari tema Ta'aruf, tetapi tidak berhubungan langsung dengan keperluan ana. Hanya pengen nulis aja yang ringkas - ringkas.


Base

draft - 9 Nov'25


Laki-laki itu ( Jibril ) berkata, ‘Beritahukanlah kepadaku tentang Iman.’

Beliau ( Nabi Muhammad ﷺ ) bersabda, ‘Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.’

Laki-laki itu ( Jibril ) berkata, ‘Engkau benar.’

( Shahih Muslim : 8 )


Rasulullah ﷺ bersabda: 'Seandainya Allah mengazab penduduk langit-Nya dan penduduk bumi-Nya, niscaya Dia akan mengazab mereka dan Dia tidaklah zalim kepada mereka. Dan seandainya Dia mengasihi mereka, niscaya rahmat-Nya lebih baik bagi mereka daripada amal-amal mereka. Dan seandainya engkau memiliki emas sebesar Uhud, atau emas sebesar Gunung Uhud yang engkau infakkan di jalan Allah, Dia tidak akan menerimanya darimu sampai engkau beriman kepada takdir seluruhnya, sehingga engkau mengetahui bahwa apa yang menimpamu tidak akan meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak akan menimpamu. Dan sesungguhnya jika engkau meninggal dunia tidak dalam keadaan ini, engkau akan masuk neraka.'" ( Sunan Ibn Majah : 77 )

Ubadah bin Ash-Shamit berkata kepada putranya, "Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan menemukan manisnya hakikat iman sampai engkau mengetahui bahwa apa yang menimpamu tidak akan meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak akan menimpamu. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah pena, lalu Dia berfirman kepadanya, 'Tulislah!' Pena berkata, 'Wahai Rabbku, apa yang harus aku tulis?' Dia berfirman, 'Tulislah takdir segala sesuatu hingga hari kiamat tiba."

( Sunan Abi Dawud : 4700 )




Overoptimistik

belum nulis


  • Belum nulis
  • Belum nulis

  • Belum nulis
  • Belum nulis

Pengen Nikah vs Siap Nikah


  • Belum nulis

  • Belum nulis

Fantasi vs Kriteria 


  • Belum nulis

Mimpi yang tinggi dan yang rendah


Pernikahan ,,,
Antara cinta dan ibadah


  • Belum nulis

  • Belum nulis

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Secara umum, ana hanya membutuhkan satu atau dua trigger dari setiap pokok penilaian ( agama, sifat, dan fisik ) untuk memutuskan bahwa calon ini adalah seseorang yang berharga.
  1. Agama :
      • Ana akan bertanya mungkin beberapa pertanyaan terkait tauhid atau iman.
  2. Sifat :
        • Pertanyaan ini lebih sederhana sesuai isi CV antum.
  3. Fisik :
      • Penilaian fisik ini sedikit unik karena sepenuhnya adalah subjektif ana. Sederhananya, ana  tipe orang satisficer, selama tidak ada hal yang membuat ana enggan. Insya Allah baik dan ana tidak mengejar kesempurnaan tertentu.
    Alhamdulillah, ana memiliki sedikit ilmu untuk menilai seseorang secara objektif. Dan ana memahami dalam perkara ta'aruf sebaiknya tidak berlama - lama, bukan hanya karena perkara syahwat tetapi pernikahan adalah sebuah ibadah yang agung, maka setanpun akan menggoda dari berbagai jalan. Jika setan gagal menggoda dengan syahwat, bisa jadi mereka akan menggoda dengan was-was ( keraguan ) -> Apakah pilihan ana sudah tepat, apakah ada yang harus aku ketahui lagi dan lagi, apakah ana benar sudah siap, nanti bagaimana, dsb <-
    Oleh karena itu, bagi ana, mencukupkan satu atau dua trigger untuk memantapkan hati ana bahwa calon ana berharga, dia memiliki agama yang baik, ana cocok dengan sifat dia, dan dari fisiknya tidak ada yang membuat ana enggan untuk mendekatinya. Kemudian ana akan menjaga hati ana untuk tetap yakin dengan pilihan ana dan menjaga hati ana selalu berhuznudzon kepada Allah.
    (( Faidah dari doa Istikhoroh )) :

    Hanya Allah yang Maha Berkuasa, Maha Mentakdirkan segala sesuatu, Maha Mengatehui baik yang nyata dan yang ghoib. Allah memiliki perbendaharaan langit dan bumi, Allah memiliki karunia yang agung, dan hanya Allah yang mampu memberi karunia kepada hamba-Nya.

    Ana berhuznudzon kepada Allah, selama jalan proses ta'aruf hingga menikah, tidak ada halangan yang berarti ( Allah mudahkan urusan ini ) , maka ana berhuznudzon inilah pilihan terbaik dan yang akan penuh berkah nantinya. Dan jika terdapat halangan yang tidak mungkin ana lalui ataupun calon ana menolak, maka ana berhuznudzon kepada Allah bahwan ini bukanlah pilihan yang terbaik, dan Allah menghendaki takdir yang lebih baik untuk ana setelah ini, dan ana berdo'a Allah menjadikan hati ana sabar dan ridho menerima setiap takdir-Nya.

بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ


    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Dari Aisyah (radhiyallahu 'anha) berkata : "Keluarga Muhammad ﷺtidak pernah kenyang dari makanan burr (gandum/gandum pilihan) selama tiga malam berturut-turut sejak beliau tiba di Madinah, hingga beliau wafat."
    ( HR. Bukhari : 5416 dan Muslim : 2970 )
    Ana tidak ingin berpanjang lebar disini karena bisa dianggap adanya conflict on interest.

    Ana hanya ingin menyampaikan jangan merendahkan pekerjaan seseorang ataupun penghasilan seseorang. Segala hal yang dimiliki oleh seseorang baik itu pekerjaan, jabatan, dan penghasilannya adalah karunia yang Allah berikan untuknya, bisa jadi itu adalah sebuah nikmat dan bisa jadi sebuah ujian. Jangan iri atas karunia yang Allah lebihkan kepada sebagian yang lain, dan jangan merendahkan orang lain yang Allah sedang mengujinya dengan kesempitan.

    Alhamdulillah, ana memahami hal yang disebut "Realistis saja". Silahkan untuk memiliki standar kecukupan yang baik. Ana dengan jujur menyampaikan kemampuan ekonomi ana saat ini. Ana berhuznudzon kepada Allah, jodoh pasti bertemu, pasti ada hikmah dari setiap ketentuan-Nya.
    Alhamdulillah, ana masih miskin saat ini, salah satu keuntungan bagi ana dalam hal ta'aruf ini adalah ana bisa tenang dalam menilai calon ana, karena calon ana tidak memiliki cukup motif untuk menipu agar dia terlihat sangat baik dan berharga.
    Jadi, ana bisa mencukupkan penilaian ana terhadap calon ana dengan mempercayai setiap ucapannya / jawabannya kemudian menvalidasinya dengan penilaian terhadap konsistensi dan keselarasan dari setiap jawaban yang diberikan. Ana cukup menjaga objektifitas penilaian ana berdasarkan ilmu.
    Ana tidak memerlukan pendapat orang lain ataupun kesaksian orang lain, karena secara ilmu pendapat orang lain itu bernilai subjektif ( kecuali dia bisa membawa bukti yang objektif )

بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Afwan, jika ana membahasa sakinah, mawadah, warahmah mungkin akan sangat panjang. Ana hanya akan menulis sedikit pandangan tentang keluarga harmonis ( bagian kecil dari sakinah )
    Secara umum suami harus mengerti bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, wanita tidak mungkin lurus terus dalam sebuah sifat, dia akan berbelok bahkan berputar balik dari sifat biasanya. Secara ilmu dunia, ini dijelaskan karena pengaruh hormonal wanita yang lebih banyak daripada laki - laki dan wanita lebih mudah stress dibanding laki - laki yang mengakibatkan perubahan sifat dan perilaku. Namun demikian, tetap Allah yang lebih mengetahui perkara ini, cukup kita mengetahui bahwa wanita memang fitrahnya diciptakan dari tulang rusuk dan suami diperintah untuk memperlakukannya dengan baik, bahkan dalam dalil lain suami diperintahkan bertakwalah kepada Allah dalam urusan istrinya.
    Kemudian, secara umum istri harus mengerti bahwa setiap sen rezeki yang dinikmatinya adalah sepenuhnya bagian yang telah Allah tetapkan untuknya. Maka bersyukurlah istri kepada Allah atas setiap rezeki yang diterimanya, dimakannya, dan menjadi daging dalam tubuhnya. Kemudian berterima kasih dan hargai setiap usaha suami yang menjaga dirinya dan keluarga dari harta - harta haram. Karena setiap daging yang tumbuh dari harta yang diperoleh secara haram, maka neraka lebih layak baginya.
    Na'am, dipersingkat lagi saja, sudut pandang ana secara singkat terkait mencapai keharmonisan pasangan.
    Salah satu kunci keharmonisan adalah menjalin sistem komunikasi yang baik, dan salah satu pondasi komunikasi adalah jujur dan merasa aman & tenang untuk bersikap jujur.
    Insya Allah, ana selalu berusaha jujur sejak kelas 4 sd, ana sudah cukup dan tidak mengejar validasi siapapun. Apakah orang lain mempercayai ana atau tidak, meremehkan ana atau tidak, bukanlah sebuah masalah. Tidak ada satupun maslahat dan tidak pula madharat yang bisa didatangkan oleh makhluk, kecuali telah ditetapkan Allah untuk ana. Lalu untuk apa menipu ? ( kecuali perkara yang diperbolehkan dan mungkin hal yang terpaksa / tertekan )
    Dari sudut ana, ana memilih mempercayai setiap kesaksian yang diberikan pasangan bukan karena sifat jujurnya tetapi karena sebuah penghargaan bahwa istri pantas untuk dipercaya. Dan adapun istri bersifat jujur atau tidak, adalah tanggung jawab suaminya untuk mendidiknya, mendukungnya, dan menyamankannya sehingga istri bisa memahami tidak ada untungnya berbohong dan merasa aman dan tenang setiap kali mengutarakan kejujuran karena istri percaya bahwa suaminya pasti mempercayainya dan membantunya dalam kesusahan yang sedang ia hadapi.

بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ


    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Tauhid Rububiyah :
      • Mengesakan Allah ﷻ berkenaan dengan perbuatan-Nya.
      • Selama fitrahnya masih lurus, maka tidaklah mungkin seseorang mengingkari tauhid ini. (masih bisa dijabarkan lebih banyak lagi). --> satu trigger
  2. Tauhid Uluhiyah :
      • Mengesakan Allah ﷻ dalam peribadahan.
      • Dahulu kafir Quraisy bertauhid rububiyah tetapi mereka enggan untuk bertauhid uluhiyah. (masih bisa dijabarkan lebih banyak lagi). -- > satu trigger
  3. Tauhid Asma' wa Sifat :
      • Antum mengerti definisi tauhid ini beserta 4 prinsip dasarnya, lalu menjelaskan dengan kalimat yang mencerminkan diri antum. Hal demikian bisa menjadi satu trigger bahwa antum memiliki pemahaman agama yang baik.
      • Nama dan Sifat yang Allah tetapkan untuk diri-Nya sangatlah banyak, jika antum bisa menjelaskan beberapa saja dengan baik dan yakin, antum telah melebihi ekspektasi ana, antum luar biasa.


      Jawaban boleh bertanya kepada siapapun, tetapi tulislah jawaban sesuai kepemahaman yang antum dapatkan.

بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat - malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul - rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.

Seseorang bisa saja syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji tanpa iman. Seperti anak kecil yang beribadah karena diperintah orang tuanya atau menirukan perbuatan orang tuanya. Iman adalah perkara hati, perkara ghaib, dan pasti butuh ilmu. Kadar iman seseorang terkadang naik dan terkadang turun, tetapi bagaimana seseorang hatinya bisa yakin, mantap, pasrah dan ikhlas jika ia tidak mengilmui hal - hal apa yang bisa membangkitkan keyakinan dia terhadap keenam keimanan tersebut.

Hal - hal yang bisa membangkitkan keyakinan seseorang itu sangatlah banyak, ilmu ini sangat luas dan terus berkembang. Jadi jawaban seseorang bisa sangat bervariasi.

Jika seseorang mampu mengilmui setiap hal dari tiap - tiap keimanan tersebut, maka luar biasa keilmuannya. Namun, bagi ana cukuplah seseorang benar - benar memahami salah satu saja dari keenam keimanan tersebut, bisa menjadi satu trigger bahwa antum memiliki pemahaman agama yang baik.

بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ilmu ana masih sangat sedikit, sehingga setiap jawaban yang antum berikan bisa menambah ilmu bagi ana.

Ana akan bertanya hal-hal yang sederhana, ini adalah bentuk upaya ana memilih calon yang baik agamanya. Kemudian ana bisa mendapati sifatnya yang akan menyenangkan. Sehingga ana bisa bertawakal dan kemudian berhuznudzon kepada Allah bahwa apapun yang akan terjadi adalah jalan yang terbaik.


  1. Pertanyaan yang ingin ana ajukan, hanya ingin mendapati satu atau dua trigger saja, bukan menginginkan jawaban yang lengkap dan sempurna.

  2. Jika seandainya ana berta'aruf dengan seseorang yang baru mengenal salafy atau bahkan seorang mu'alaf. Insya Allah, ana memiliki pertanyaan lain.

  3. Kemudian pertanyaan ana selanjutnya akan senada dengan jawaban antum, karena ana perlu memvalidasi jawaban yang antum berikan.

  4. Insya Allah, pertanyaan tetap akan terus senada, karena ilmu dan sifat memiliki korelasi positif dan koherensi tertentu.

  5. Dan terakhir pertanyaan terkait fisik, tidak berhubungan dengan pertanyaan seputar agama dan sifat.

بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ



  • Ana berharap memiliki keluarga yang merasa aman dan nyaman di dalam rumahnya. Sehingga setiap orang dapat memperoleh ketentraman didalamnya.
      • Rezeki yang halal dan diberkahi
      • Amar ma'ruf nahi munkar yang ditegakkan
      • Saling support dan bantu dalam sabar dan ketaatan
      • Tolong menolong dalam ilmu dan amal
      • Saling menjaga komunikasi, saling percaya & saling menghargai, serta bersedia menerima nasehat.
      • Tidak saling menuntut dan bersemangat memenuhi setiap kewajiban.
      • Saling bersyukur atas nikmat pernikahan dan keluarga ini.
  • Dalam hal pekerjaan, ana tetap ingin bertani atau setidaknya menanam pohon karena banyaknya maslahat dalam perkara ini ( bertani ). Kemudian ana berencana memiliki bisnis makanan sederhana, karena bisnis ini memiliki batasan halal - haram yang jelas, selain itu, memperhatikan perkara makan dan minum adalah hal yang dianjurkan.
  • Ana berharap bisa terus menulis baik catatan ringkas ataupun sebuah buku.
      • Bagi ana pribadi, sebuah tulisan bagaikan pengingat bahwa ana sudah tahu ilmu ini tetapi ana belum mengamalkannya dan sebagai penegur ana bahwa dahulu ana berpendapat demikian tetapi ternyata ana baru menemukan hujjah yang lebih kuat bahwa ada pendapat yang lebih baik dan benar dari pendapat ana sebelumnya.
      • Bagi umum, ana berharap bisa bermanfaat bagi orang lain dan menjadi sebuah amal jariyah ( ilmu yang bermanfaat yang diamalkan orang lain dan bersambung )

  • Dalam hal keluarga
      • Ana belajar psikologi dan kesehatan ( penyakit & makanan ) - meskipun masih sedikit yang ana ketahui.
      • Ana memperkuat pemahaman ana dalam halal haram sebuah pekerjaan.
      • Ana memperkuat iman kepada takdir, karena banyaknya faedah didalamnya, tiga diantaranya 1membangun pondasi sabar dan ikhlas dalam menerima setiap keadaan, 2menjaga huznudzon kepada Allah, 3dan menjaga akal sehat dalam beramal dan bekerja ( tidak berlebihan dan tidak pula bermudah-mudahan ).
      • Ana belajar fiqih. Adalah perkara wajar seseorang itu taklid karena keterbatasan ilmunya, tetapi jangan sampai taklid buta hingga tidak tahu hujjah dari setiap amalannya.
  • Dalam hal pekerjaan
      • Sebagaimana tertulis di Page Ekonomi, ana baru memulai bertani. Ana berharap bisa segera stabil.
      • Mei 2025 yang lalu ana berencana merintis usaha frozen food tetapi ana undur karena alasan 1merintis pertanian cukup sibuk, 2perbaikan & persiapan rumah peninggalan kakek untuk tinggal setelah menikah juga menambah kegiatan, 3Dana terbatas dan selain itu, merintis 2 usaha yang berbeda secara bersamaan membuat bleeding pengeluaran diluar kendali.
      • Jika tidak ada halangan berarti, Insya Allah usaha frozen food ( membuat & menjualnya dalam bentuk frozen ) dimulai setelah Feb-2026 ketika pertanian telah cukup stabil. Semoga Allah memudahkannya dan tetap mencukupkan dengan rezeki yang halal dan baik.
  • Dalam hal belajar dan menulis;
      • September ini ana mengubah arah, ana memilih mengetik ulang kitab bahasa arab dengan beberapa pertimbangan yang belum bisa ana jelaskan. ( berubah dari belajar dan menulis faidah menjadi menulis sambil belajar ) 
      • Saat ini masih membiasakan jari untuk lokasi huruf jadi belum ada hasil apapun saat ini, masih tahap belajar.

Satu Sisi

  • Seharusnya orang tua adalah tanggung jawab anak laki - lakinya. Namun, berbagai keadaan bisa terjadi. Oleh karena itu, seandainya hanya tersisa pilihan bahwa istri perlu menjaga orang tuanya, maka ana ridho dan akan membantu istri untuk berbuat baik kepada orang tuanya, dalam batas kemampuan ana.
  • Ana berpendapat bahwa menitipkan orang tua ke panti jompo adalah bentuk kedurhakaan baik oleh anak laki - lakinya maupun oleh anak perempuannya.
  • Namun demikian,
    • Perlu diketahui, datang kewajiban menjaga orang tua adalah ketika mereka telah di usia lanjut atau ada kondisi kesehatan tertentu, yang membuat mereka kehilangan kemampuannya untuk mengurus diri mereka sendiri.
    • Tidak serumah dengan orang tua istri. Bisa rumah yang berdekatan, sehingga mempermudah untuk pengawasan keadaan mereka dan melakukan perbuatan baik kepada orang tua.
    • Ketaatan dan izin adalah hak suami, jangan sampai menyelisihi suami dan mengabaikan suami. Berbuat baiklah sesuai kemampuan.

  • Adapun berbuat baik ketika mereka masih cukup sehat dan masih mampu dengan diri mereka. Seperti mengunjungi mereka, menjaga komunikasi ( telp & semisalnya ), memberi hadiah, dan sebagainya. Ana mendukung sesuai kemampuan, diskusikan dengan baik, dan jangan menyelisihi suami.
  • Insya Allah, Ibu ana bersedia pindah rumah ke kota mana saja, dengan syarat :
    • Di daerah yang jauh dari polusi udara ( prefer di desa )
    • Rumah sederhana dan tidak begitu luas tetapi memiliki halaman yang cukup untuk berkebun. ( Ibu ingin merawat tanaman )
    • Dibawah 700mdpl. ( Setelah stroke dulu, Ibu ana tidak tahan dingin )
  • Insya Allah, tidak ada kekhawatiran terkait finansial ibu ana. Sederhananya, ketika ibu ana hendak pindah rumah maka rumah kakek yang ana gunakan saat ini bisa dijual dan dibelikan rumah sesuai kriteria ibu diatas.
  • Afwan, secara singkat, ana sampaikan ana membutuhkan seorang istri. Dan ana ingin membangun sebuah keluarga bukan sebuah kerajaan bisnis.
  • Hal ini berkaitan dengan masa depan antum, ana tidak ingin memberikan influence lebih jauh. Ana tidak boleh mendahului saran dan pendapat dari orang tua antum.

Sisi Lainnya

  • Karena ibu ana bersedia pindah kemana saja artinya ana juga bisa pindah kemana saja. Namun demikian, kondisi finansial ana berbeda dengan ibu ana.
  • Kontrak rumah terlebih dahulu tidak masalah tetapi ana sebagai seorang suami perlu adanya gambaran tercukupinya kebutuhan dasar hidup. Perlu diingat, ana tidak setuju istri yang bekerja dibawah ketataatan kepada orang lain. Artinya ana perlu gambaran pekerjaan dan cara ana memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Qadarullah, saat ini ana baru ada gambaran di desa yang ana tinggali saat ini. Sehingga untuk sementara waktu, ana belum bisa pindah kemana - mana.
  • Sekitar september 2024 setelah keluar dari pabrik herbal, ana mencoba membuat herbal sederhana. Singkatnya, ana gagal mencapai standart yang ana wajibkan, cukup menguras tabungan. Akhir tahun 2024, ana menyadari keuangan ana akan segera habis. Dengan modal tersisa, menurut ana hanya cukup untuk merintis pertanian. Begitulah ana memulai pertanian ini.
  • Ana menyebut pertanian ini merintis karena pada suatu saatnya nanti, pertanian yang ana kerjakan saat ini bisa didelegasikan, baik itu dengan bagi hasil ataupun memperkerjakan orang lain.
  • Awal mei 2025 lalu, ana berencana merintis usaha Frozen Food ( membuat makanan kemudian menjualnya dalam bentuk frozen food ). Harapannya, usaha / pekerjaan ini bisa ana bawa ke kota manapun. Tetapi ana mundurkan jadwalnya hingga waktu yang belum diketahui karena beberapa hal :
    • Keterbatasan modal : Singkatnya, modal yang tersisa ana fokuskan untuk pertanian dan persiapan untuk mencukupi kebutuhan setelah menikah :
        • Ternak sedikit ayam untuk diambil telurnya & sedikit marmut.
        • Menanam labu siam dan lainnya.
        • Perbaikan kamar mandi. ( Membuat kamar mandi baru juga diundur karena dana tidak cukup ).
        • Pembuatan tempat pembibitan.
    • Keterbatasan waktu : Karena pengolahan lahan & persiapan tersebut ana lakukan sendirian sehingga ana tidak bisa menambah kerjaan lain. ( Terlalu banyak fokus bisa menjadi berantakan seluruhnya ).
    • Pertanian ini juga merupakan hal yang ana rintis. Jika ana menambah merintis usaha Frozen Food dalam waktu yang berdekatan, maka bleeding keuangan akan diluar kendali.
  • Dahulu ana sudah bekerja dan berusaha di beberapa bidang, Qadarullah hingga saat ini, belum ada kesuksesan yang ana raih. Oleh karena itu, ana harus tahu diri. Demikianlah keadaan yang harus dihadapi saat ini :
      • Kemampuan ekonomi sudah ana jabarkan di Page Ekonomi
      • Pemahaman agama saat ini sudah ana jabarkan di Page Agama
  • Realita saat ini, ana akan tetap bekerja sebagai petani disini. Untuk saat ini, gambaran yang bisa terlihat :
      • Alhamdulillah, terong sudah mulai berbuah. Insya Allah, setelah petikan ke-8 dan seterusnya, baru ada lebihnya untuk ditabung.
      • Pelihara ayam yang bisa diambil telurnya untuk lauk.
      • Pembibitan tanaman untuk dijual sebagai sedikit tambahan pemasukan.
      • Memetik beberapa jenis sayuran yang bisa dipanen untuk dikonsumsi.
      • Sedikit cadangan tabungan untuk kebutuhan hidup beberapa bulan kedepan.
  • Untuk sementara ana akan mencukupkan dengan hal - hal tersebut. Insya Allah kebutuhan dasar hidup bisa terpenuhi. Ana tidak merintis usaha lain sementara waktu, karena ana ingin membangun sebuah keluarga terlebih dahulu jika ana menikah nantinya ( memberikan waktu dan tenaga untuk membangun sistem komunikasi yang baik, membangun kepercayaan, dan membangun ketentraman & saling butuh dalam berumah-tangga ).
  • Selain itu, ilmu dan amalan ana masih sedikit. Ana berharap dan masih berusaha memiliki kestabilan / istiqomah dalam belajar dan menjalankan sebuah amalan.

  • Jika tidak ada kendala yang berarti, Insya Allah :
    • Hasil Panen Alpukat ( ± November 2025 ) mungkin akan digunakan untuk menyelesaikan pembuatan kamar mandi.
    • Merintis Frozen food akan dimulai ketika panen cabai sudah stabil ( ±Feb- 2026 ) dan ada cukup kelebihan untuk merintis.



Disclaimer

بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ