Insya Allah setiap jawaban disini dibangun diatas pengetahuan, pengalaman dan ilmu yang ana miliki.
Namun demikian, perlu ana garis bawahi dan perlu dipahami bahwasannya apapun yang ana tulis disini tidak mengubah kenyataan saat ini :
Maka Beliau bertanya, "Apa ini, wahai pemilik makanan?"
Orang itu menjawab, "Terkena hujan, wahai Rasulullah."
Beliau bersabda, "Mengapa tidak engkau letakkan di bagian atas makanan agar manusia dapat melihatnya? Barangsiapa menipu, maka ia bukan termasuk golonganku."
( Shahih Muslim : 102 )
Secara finansial ___________
Hal lainnya ___________
"Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi Rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh."
( QS. Az-Zariyat : 58 )
Jawaban dari sudut pandang realistis - materialistis :
Jawaban dari sudut pandang realistis - agamis
Note : ana jawab dari sudut pandang laki - laki yang sedang mencari istri. Adapun dari sudut pandang perempuan dan umum, antum boleh bertanya atau mencari ilmunya dari orang lain.
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
( QS. Al Baqarah : 155 )
"Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" ( QS. An Nisa' : 87 )
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
( QS. An Nur : 32 )
"Katakanlah, 'Sesungguhnya, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.'"
( QS. Saba : 36 )
Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Wahai anak muda! Sesungguhnya aku akan mengajarkan beberapa kalimat kepadamu. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.’”
( Jami' at Tirmidhi : 2516 )
Dalam hal ini, ana tidak ingin memberi contoh pertanyaan. Karena ana mengunakan cara yang sedikit unik dalam menilai karakter orang lain.
Jadi disini ana hanya akan memberikan informasi kemudian silahkan menilai ana dengan cara antum.
Ana tidak bermaksud ujub ataupun sombong. Allahul Musta'an.
Ketiga hal tersebut bisa merujuk pada pedang bermata dua.
"Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan (memperhitungkan) dengan kamu tentang perbuatan itu. Maka, Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
( QS. Al-Baqarah : 284 )
Jika pada pertanyaan bagian atas ana tulis berdasarkan Ilmu, pengalaman pribadi, dan pelajaran yang ana ambil dari kehidupan orang lain.
Namun pada tulisan di bagian bawah ini, hanya berdasarkan ilmu dan pengetahuan dari berbagai sumber. Ana tidak memiliki cukup pengalaman pribadi dalam beberapa hal di bawah ini. Jadi, bagian bawah ini sebatas menunjukkan wawasan, harapan, dan rancangan yang ingin ana wujudkan.
Note :
Red Car Theory ↦ Fokus dan perhatian dapat mempengaruhi sebuah persepsi seseorang. Misalkan :
Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu (dibalas) untuk Allah dan Rasul-Nya.
Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin dia dapatkan atau karena wanita yang ingin dia nikahi, maka hijrahnya itu (dibalas) sesuai dengan apa yang ia tuju."
( Shahih Muslim : 1907 )
Disclaimer :
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"
( QS. Ibrahim : 7 )
Disclaimer :
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
( QS. An Nisa' : 28 )
"Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah." ( HR. Thabrani )
Disclaimer :
Mereka (para sahabat) berkata, "Ya Rasulullah, adapun pencandu khamr telah kami ketahui, lalu apa ad-Dayyuts itu ?" Beliau menjawab, " Orang yang tidak peduli siapa yang masuk / menemui keluarganya ( istri, anak, dan orang dibawah perwaliannya )."
Kami ( para sahabat ) berkata, " Kemudian apa yang dimaksud ar-Rajulah dari kaum perempuan ?" Beliau menjawab, " Wanita yang tasyabbuh ( menyerupai dalam perilaku dan penampilan ) dengan kaum laki - laki."
Dan seterusnya, ana tidak boleh melanjutkan jawaban yang emosional.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. ... " ( QS. Al Baqarah : 286 )
Beliau bersabda,"Engkau memberinya makan apabila engkau makan, memberinya pakaian apabila engkau berpakaian, dan janganlah engkau memukul wajah, janganlah engkau menjelek-jelekkannya, dan janganlah engkau menjauhinya (mengasingkannya) kecuali di dalam rumah."
( Sunan Abi Dawud : 2142 )
( Shahih Bukhari : 5185 )
( Shahih Muslim : 1468 )
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidaklah dapat menghitung jumlahnya." ( QS. An Nahl : 18 )
Note :
Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata:
"Rasulullah ﷺ mengajarkan kami istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami sebuah surat dari Al-Qur'an. Beliau bersabda: 'Apabila salah seorang di antara kalian berkeinginan dalam suatu perkara (urusan), maka hendaklah ia mengerjakan shalat dua rakaat selain shalat fardu, kemudian hendaklah ia berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَعِينُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ .
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon pertolongan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan urusanmu) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku – atau beliau bersabda: di masa sekarang dan masa yang akan datang – maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku – atau beliau bersabda: di masa sekarang dan masa yang akan datang – maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkanlah kebaikan bagiku di mana pun itu, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya."
Jabir berkata: "Dan dia (orang yang beristikharah) menyebutkan hajatnya."
( Sunan An-Nasa'i : 3253 )
بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ